WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Proyek strategis pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan daratan Kabupaten Tanah Bumbu dan Pulau Kotabaru di Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. 

Berdasarkan laporan terbaru dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel, realisasi fisik di lapangan saat ini tercatat melampaui target yang telah ditetapkan.

​Kepala Dinas PUPR Kalsel, H Muhammad Yasin Thayib dalam program Warta Bicara kolaborasi Diskominfo Kalsel dan Wartabanjar.com, Jumat (6/11/2026), mengungkapkan proyek mercusuar ini terbagi menjadi tiga segmen pembiayaan dan pengerjaan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah. 

Segmen bentang tengah dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui kontraktor pemenang tender, sementara sisi Tanah Bumbu dan sisi Kotabaru dikerjakan oleh konsorsium BUMN terkemuka. 

Capaian fisik di berbagai segmen saat ini telah berada di kisaran 19 persen hingga 29 persen, melampaui jadwal rencana. 

Karena itu Yasin Thayib optimistis jembatan yang dirancang memiliki panjang 3,75 kilometer dan lebar 24 meter ini dapat rampung dan diresmikan pada 2028 mendatang.

Ia menekankan bahwa urgensi pembangunan Jembatan Pulau Laut dengan nilai proyek Rp7,95 triliun merupakan bagian dari grand design konektivitas logistik Kalsel secara menyeluruh. 

Baca Juga: Dana Bedah Rumah "Aladin" Dinsos Kalsel Diusulkan Naik Rp10 Juta per Unit

Baca Juga: Genjot Layanan Trans Banjarbakula, Kalsel Miliki Feeder Transportasi Publik Kabupaten Terbanyak di Indonesia

Dengan beroperasinya jembatan ini, waktu tempuh penyeberangan yang sebelumnya memakan waktu 1 hingga 2 jam menggunakan feri (belum termasuk antrean) akan terpangkas drastis menjadi hanya 10 hingga 15 menit.

​Infrastruktur ini juga diintegrasikan langsung dengan rencana pembangunan Pelabuhan Besar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih, Kotabaru, serta jalur lintas tengah Banjarbaru–Batulicin. 

Langkah ini diyakini mampu memangkas biaya logistik secara signifikan, mendongkrak daya saing ekonomi daerah, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, termasuk rencana pembangunan kawasan rest area dan pusat UMKM di kaki jembatan.

Selengkapnya lihat video ini


(wartabanjar.com)