WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Polsa Kalael luncurkan program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.

Peluncuran program yang merupakan inisiatif Kapolri tersebut dirangkai dengan kegiatan temu mitra bersama Pemerintah Provinsi Kalsel, lembaga pelatihan kerja, pimpinan perusahaan, serta pelaku usaha di Banjarbaru, Kamis (5/11/2026).

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyampaikan, dalam sambutan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, kondisi ekonomi global saat ini turut memberikan dampak terhadap perekonomian nasional hingga daerah.

Dinamika geopolitik dan konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi dunia usaha.

Dampaknya, sejumlah sektor menghadapi tekanan ekonomi hingga berujung pada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Hujan pada Siang Hari

Baca Juga Mabes Polri Telisik Isu Keterlibatan Ketua Umum Parpol, Satu Lagi Jenderal Jadi Tersangka Penyadapan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, dari sekitar 2,25 juta angkatan kerja, terdapat kurang lebih 85 ribu masyarakat yang masih belum bekerja.

Kapolda menilai persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Oleh karena itu, Polri menghadirkan program Polisi Peduli Pengangguran atau POLIRAN sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja, sekaligus menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan peluang yang tersedia di dunia usaha dan industri," ujar Kapolda.

Melalui program tersebut, Polda Kalsel menggandeng berbagai sektor usaha, mulai dari pertambangan, pertanian, perhotelan, otomotif, gerai atau pusat perbelanjaan, hingga badan usaha jasa pengamanan.

Kapolda berharap perusahaan dapat membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, baik melalui proses rekrutmen, program pelatihan, maupun penempatan tenaga kerja sesuai kebutuhan dan kualifikasi masing-masing industri.

Selain menggandeng dunia usaha, Polda Kalsel juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dan Universitas Lambung Mangkurat dalam mengembangkan produksi jagung dan sorgum.