WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Masyarakat Suku Dayak Deah di Desa Pangelak, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, bersiap menggelar Festival Budaya Dayak Deah Kampung 10 bertajuk Ise Mao Na Daho Tonga.

Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 12-15 November 2026 ini menjadi salah satu upaya masyarakat Dayak Deah untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi leluhur kepada masyarakat luas.

Persiapan kegiatan tersebut disampaikan sejumlah perwakilan masyarakat Dayak Deah saat menyambangi Balai Wartawan Indonesia (PWI) Tabalong, Rabu (4/11/2026).

Dalam festival nantinya, berbagai kebudayaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak Deah akan ditampilkan.

Mulai dari tarian tradisional, permainan rakyat, cara memasak secara tradisional, hingga beragam aktivitas adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Di antaranya budaya naik manau berduri yang telah dikenal hingga tingkat nasional, menyambit daun rumbia, serta menumbuk padi menjadi beras menggunakan cara tradisional.

Baca Juga Listrik Terus Padam di Banjarmasin, Wakil Wali Kota Sambangi Kantor PLN

Baca Juga Sebelum Konser di HST, Bian Gindas Ajak Wisatawan Kunjungi Pagat Batu Benawa

Ketua Panitia Festival Budaya Dayak Deah Kampung 10, Sri Dwi Arti, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk menjaga keberlangsungan tradisi yang mulai tergerus perkembangan zaman.

"Kegiatan ini untuk melestarikan budaya Dayak Deah. Untuk mengangkat tradisi kami yang hampir punah karena globalisasi," ujarnya.

Tidak hanya menampilkan kebudayaan lokal, festival ini juga akan dimeriahkan kehadiran sejumlah sanggar seni dari berbagai daerah.

Selain itu, pengunjung juga akan disuguhi permainan alat musik khas Dayak yang dibawakan Alif Fakod.

Sri  berharap melalui festival ini, berbagai tradisi dan kebudayaan Dayak Deah semakin dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Tabalong, tetapi juga di luar daerah.

Terlebih, kegiatan tersebut turut melibatkan generasi muda dan masyarakat Suku Dayak Deah di Desa Pangelak.