WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menerima bantuan pemerintah pusat sebesar Rp15 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari total bantuan tersebut, sebesar Rp12 miliar dialokasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, untuk mengakomodasi kebutuhan para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, mengatakan bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan dukungan kepada sekitar 300 relawan kebencanaan di Kota Banjarbaru.

Masing-masing relawan mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu selama dua bulan.

Selain insentif, BPBD juga menyalurkan berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk menunjang aktivitas relawan di lapangan.

Di antaranya alat pelindung diri (APD), mesin, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan dalam penanganan karhutla.

"Semua sudah kita serahkan kepada relawan, termasuk mesin-mesin," ujar Zaini seusai mengikuti Salat Istisqa bersama ASN Pemko Banjarbaru dan Kerukunan Bubuhan Banjar, di depan Balai Kota Banjarbaru, Senin (02/11/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap para relawan, yang selama ini terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla di Banjarbaru.

Baca Juga: Kerukunan Bubuhan Banjar Ajak ASN Banjarbaru Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan di Kalsel Awal November 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Capai 100 Milimeter

Menurutnya, dukungan juga diberikan kepada relawan yang memiliki armada operasional melalui penyediaan bahan bakar minyak (BBM).

Penyaluran bantuan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.

Sementara itu, dari total bantuan Rp15 miliar, sekitar Rp3 miliar lainnya dialokasikan untuk sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial.

Zaini mengatakan, saat ini titik panas atau hotspot karhutla di wilayah Banjarbaru sudah berada di angka nol, seiring turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, dukungan terhadap relawan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. (Wartabanjar.com)