Berapa Volume Headset yang Aman Agar Telinga Tak Sakit?
WARTABANJAR.COM - Perangkat audio, seperti TWS (True Wireless Stereo), headset, atau earphone, sudah biasa digunakan pengguna sekarang untuk mengakses berbagai hiburan, seperti mendengar musik, menonton film, bermain game, dan lainnya.
Banyak pengguna yang memilih memakai TWS atau headset karena perangkat ini, dapat menyuguhkan pengalaman mendengarkan audio berkualitas tinggi dengan suara yang kaya dan detail.
Dengan demikian, mendengarkan musik atau bermain game jadi lebih menarik.
Meski bisa menyuguhkan audio yang menarik, penggunaan headset dan perangkat audio lainnya sejatinya memiliki dampak negatif bagi pendengaran pengguna.
Volume suara yang terlalu kencang dari headset, berpotensi merusak pendengaran.
Masalah kehilangan pendengaran akibat paparan suara yang terlalu keras ini, perlu dihindari karena bersifat kumulatif seumur hidup, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pusat Studi Medis Universitas Utah, Amerika Serikat.
Artinya, jika telah mengalami perubahan pendengaran sementara, di masa mendatang pengguna dapat mengalami gangguan pendengaran yang terjadi di tingkat dan waktu paparan yang lebih rendah.
Baca Juga: Nokia Luncurkan HP Lipat Klasik Seri 2360, Dilengkapi Tombol Darurat
Baca Juga: Keunikan Realme 16 Pro Harry Potter Edition: Hanya 5.000 Unit, Desain Dunia Sihir dan Koper
Untuk menghindari gangguan pendengaran yang berbahaya itu, pengguna yang senang memakai headset atau TWS, perlu mengetahui seberapa keras suara headset yang aman.
Kate Johnson, seorang profesional medis di bidang pendengaran atau audiologi di Universitas Utah mengatakan, semakin keras suara yang didengarkan telinga dari perangkat audio bakal semakin cepat pula menyebabkan gangguan pendengaran.
Perangkat audio saat ini bisa menghasilkan tingkat kebisingan hingga 120 dBA.
Sebagai informasi, dB (desibel) merupakan satuan untuk mengukur intensitas suara.
Sementara itu, dBA (desibel berbobot A) adalah satuan pengukuran intensitas suara, yang memerhatikan sensitivitas telinga manusia terhadap frekuensi yang tertentu.
Mendengarkan audio pada tingkat kebisingan 120 dBA, dapat menyebabkan kerusakan pendengaran dalam hitungan detik.