WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Berbekal sepeda motor dan inovasi pembayaran QRIS, Supatmi, pemilik UMKM Yogatama asal Pelaihari, memikat perhatian para jurnalis saat menjajakan jamu serbuk hingga petai mentah langsung di Press Room yang berlokasi di Lingkup Kantor Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan pada Jumat (30/10/2026).

Supatmi, seorang pengusaha kecil mandiri yang beralamat di RT 02, Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut berkeliling setiap hari menjajakan kamu tradisional dengan sepeda motor. 

Ia memasarkan berbagai macam produk, mulai dari minuman serbuk tradisional seperti jahe, kunyit, dan kencur buatan sendiri, hingga camilan ringan, kue, serta petai mentah.

Daerah pemasaran utamanya mencakup lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Tanah Laut hingga berbagai lokasi di sekitaran Kota Pelaihari.

Uniknya, meskipun berjualan secara keliling, Supatmi telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS.

Fasilitas pembayaran digital ini dihadirkan berkat dorongan dari Bank Kalsel yang mengajak pelaku UMKM menggunakan transaksi modern agar lebih praktis tanpa perlu repot menyediakan uang kembalian (angsul-angsulan).

"Dari Bank Kalsel Yang Menawarkan Untuk semua Umkm seharusnya Pakai Qris jadi kalau ada acara apa itukan mudah untuk tidak ada angsul angsulan itu supaya engga ribet, saya menerima Cash Dan Qris."

Baca Juga Harga Plastik Kemasan Naik, Pedagang Pasar Pelaihari Tanah Laut Keluhkan Kenaikan Bahan Pokok

Baca Juga 5 Rumah di Pelaihari Tanah Laut Hangus Terbakar, Diduga Berasal dari Dapur Warga

Solusi Transaksi Tanpa Kendala Uang Tunai

Penggunaan QRIS terbukti memberikan dampak positif bagi kelancaran usaha yang telah dijalani Supatmi selama hampir satu tahun ini.

Menurutnya, fasilitas digital tersebut sangat membantu menjaring pembeli yang sering kali tidak membawa uang tunai (cash), sehingga transaksi penjualan tetap dapat terjadi.