WARTABANJAR.COM - Hujan disertai petir dan angin kencang diprediksi melanda wilayah Kalimantan Selatan di prakiraan cuaca hari ini, Jumat (30/10/2026). 

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi 11.00 WITA sampai pukul 14.00 WITA. 

Berikut wilayah Kalsel yang diprediksi diguyur hujan disertai petir dan angin kencang : Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Balangan. 

Sementara wilayah lainnya diprediksi hujan intensitas sedang di Banjarmasin, Banjarbaru, dan pesisir Kalsel. 

Pada pagi hari, Kalsel masih didominasi udara kabur. 

Kondisi udara kabur di prakiraan cuaca Kalsel hari ini akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Untuk suhu maksimum hari ini mencapai 34 derajat celcius. 

Baca Juga Komplotan Pencuri Kabel Bawah Tanah di Samarinda Pakai Detektor dan Bawa Truk

Baca Juga Empat Bulan Pemadaman Listrik Dera Warga Kaltim, HMI Samarinda Demo PLN

Sebelumnya musim hujan di wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mundur dari prediksi normal pada November 2026.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab mengungkapkan hal tersebut dalam Press Conference Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026).

Perlu diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026 (155 ZOM; 36,94% luas daratan Indonesia), Januari 2027 (162 ZOM; 25,68% luas daratan Indonesia), dan Februari 2027 (190 ZOM; 16,79% luas daratan Indonesia). 

Fachri mengatakan, kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian di Kalimantan Selatan. 

Secara lebih rinci, Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan akan menyampaikan wilayah yang mengalami awal musim hujan lebih mundur, termasuk prediksi puncak musim hujan dan sifat hujan pada periode 2026/2027.

Menurutnya, mundurnya awal musim hujan tidak terlepas dari pengaruh fenomena El Nino yang masih aktif. 

Sejak awal 2026, BMKG telah memprediksi kondisi El Nino akan berpengaruh terhadap musim kemarau sehingga berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

“Akibatnya, musim hujan yang akan hadir itu akan lebih mundur dan kemungkinan lebih pendek dari normalnya,” ujar Fachri. (Wartabanjar.com)