WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Kabupaten Banjar mendapat Bantuan Presiden (Banpres) untuk  penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahap kedua sebesar Rp20 miliar. 

Pemberian bantuan melalui pemerintah kabupaten tersebut, menurut Ketua Bumi Selamat Rescue (Buser) 690, M Hasan Hamdan, tak lepas dari kerja keras dan atensi publik yang memviralkan kondisi karhutla di Banjar.

”Beribu-ribu komentar di media sosial sehingga kita menjadi perhatian khusus, juga mendapatkan bantuan yang lebih besar dari kabupaten-kabupaten lain,” ujarnya usai rapat evaluasi bersama tim gabungan yang melibatkan BMKG, TNI/Polri, serta relawan di Aula Barakat Kantor Bupati, Martapura, Senin (26/10/2026). 

Baca juga: Hujan Deras Mengguyur Kota Banjarmasin Usai Kemarau Panjang

Baca juga: Penumpang Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Naik 800 Orang per Hari

Banpres diharapkan dapat memenuhi aspirasi kebutuhan relawan pemadam di lapangan. 

”Kami perlu bahan bakar minyak (BBM), peralatan keamanan dan logistik harian,” beber Hasan.

Beberapa usulan relawan diserap Hasan menindaklanjuti koordinasi dengan Pemkab dan BPBD Banjar yang meminta daftar kebutuhan prioritas.

Mengenai insentif untuk relawan dari Banpres, Hasan menyatakan prosesnya  mulai berjalan. 

​”Untuk insentif dan operasional, kami baru mendata hari ini,” ujarnya.

Pada Sabtu (24/10/2026) malam, Hasan menjelaskan Buser 690 telah menginisiasi rapat seluruh unsur relawan karhutla se-Banjar. 

”Kami memberikan pemahaman tegas kepada para relawan terkait mekanisme penyaluran bantuan. Kami juga tak ingin ada stigma relawan mengejar uang tunai,” ucapnya. 

Saat ditanya mengenai dukungan finansial yang diterima relawan sebelum adanya Banpres, Hasan menyebut terdapat kucuran dana Belanja Tak Terduga (BTT) dari Pemkab Banjar. 

”Sudah jalan satu minggu atau 10 harian lah, hampir dua minggu nih ada bantuan,” paparnya. 

Sedang sebelumnya, Hasan mengatakan relawan hanya bermodalkan doa ibu dan semangat. (Wartabanjar.com)