WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Jumlah penumpang Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan meningkat sekitar 800 orang per hari dibandingkan bulan sebelumnya.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan peningkatan penumpang dipengaruhi limpahan perjalanan dari sejumlah daerah yang bandaranya terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk Kalimantan Tengah.

“Secara rata-rata di bulan ini terjadi peningkatan kalau dibandingkan dengan bulan lalu, sekitar 800 jumlah penumpang per harinya,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon beberapa hari lalu.

Menurut Stephanus, sejumlah maskapai juga menambah penerbangan, di antaranya Citilink untuk rute Surabaya dan Jakarta.

Berdasarkan data periode Agustus hingga 15 Oktober 2026, gangguan penerbangan tercatat dalam bentuk keterlambatan.

Pada Agustus, tercatat 24 penerbangan dan 44 keberangkatan terdampak.

Baca Juga Seperti Malam, Wilayah Nagara HSS Diselimuti Kabut Asap Karhutla

Baca Juga Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh Intan 2026, Fokus Tekan Angka Laka Lantas Akibat Karhutla

Pada September, masing-masing 12 penerbangan dan 48 keberangkatan, sedangkan pada Oktober tercatat 13 penerbangan dan 19 keberangkatan.

Ia menjelaskan, jarak pandang yang rendah pada pagi hari menjadi salah satu penyebab keterlambatan.

Dalam satu kejadian, penerbangan yang dijadwalkan lepas landas pukul 07.00 Wita baru dapat berangkat sekitar pukul 09.00 Wita.

Keputusan lepas landas dan pendaratan tetap mengacu pada prosedur keselamatan masing-masing maskapai dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan tipe pesawat.

Meski terjadi gangguan, Stephanus menegaskan Bandara Syamsudin Noor tetap beroperasi.

Pihaknya belum mencatat kerugian secara nominal akibat kondisi tersebut, meskipun terdapat potensi tambahan biaya operasional.

“Kalau dibilang ada rugi, tidak. Saat ini tidak, karena kami tetap tidak melakukan penutupan. Kami tetap beroperasi,” tegasnya. (Wartabanjar.com)