WARTABANJAR.COM - Perbaikan pipa transmisi utama milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula selesai dilaksanakan. 

BPAM Banjarbakula memastikan bantuan pengambilan air curah secara gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan tetap berlanjut.

Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menyampaikan bahwa selesainya perbaikan pipa menjadi langkah penting untuk memulihkan kelancaran suplai air baku bagi kebutuhan pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA/WTP) BPAM Banjarbakula.

Meski pasokan mulai kembali normal, BPAM Banjarbakula tidak mengendurkan pengawasan terhadap jaringan transmisi utama. 

“Petugas internal terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan kondisi pipa tetap aman dan distribusi air baku berjalan lancar,” kata Wahyu, Jumat (23/10/2026). 

Baca Juga Produksi 1,2 Ton Sabu, Kronologi Terbongkarnya Laboratorium Narkoba Terbesar di Indonesia

Baca Juga 1 Juta Rokok Ilegal dari Jatim Gagal Beredar di Kalsel, Kapolda Ungkap Modusnya

Ia mengatakan pemantauan juga dilakukan terhadap kondisi sumber air baku, terutama Tinggi Muka Air (TMA) di Intake Mandikapau. 

Berdasarkan hasil pemantauan terkini, TMA di bak penangkap air baku tercatat sekitar 4,2 meter, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 3,5 meter.

Sementara itu, TMA Bendung Karang Intan berada pada kisaran 9,65 meter dan masih dalam status normal. 

“Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga ketersediaan air baku untuk mendukung proses pengolahan dan penyaluran air curah kepada para offtaker atau pihak penerima pasokan,” ungkapnya.

Di sisi lain, dampak kekeringan yang masih dirasakan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan menjadi perhatian BPAM Banjarbakula. 

Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, fasilitas pengambilan air curah secara gratis tetap disediakan melalui kerja sama lintas instansi.

“Program bantuan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan, sejak awal musim kekeringan pada Juli 2026 hingga saat ini. Bantuan difokuskan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak, khususnya di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru,” ujarnya.