WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Guna memperkuat pasokan komoditas hortikultura serta menekan laju inflasi daerah di tengah tantangan musim kemarau, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut mengawal pergerakan panen bawang merah secara berkelanjutan di lima titik sebaran lokasi pertanian, Kamis (22/10/2026).

Langkah pengembangan komoditas tanaman pangan ini menjadi angin segar bagi stabilitas harga di pasar-pasar tradisional bumi Tuntung Pandang.

Pasokan bawang merah lokal yang dipanen secara bergelombang dinilai sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan impor dari luar daerah.

Pengawalan jadwal tanam dan pemeliharaan lahan yang terstruktur di berbagai kecamatan memungkinkan ketersediaan stok bawang merah tetap terjaga bergantian, sehingga mampu meredam gejolak harga bahan pokok saat musim kering.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Ir. M. Faried Widyatmoko mengungkapkan bahwa aktivitas panen maupun pemeliharaan tanaman bawang merah saat ini tersebar di wilayah Kecamatan Batu Ampar, Pelaihari, hingga Bati-Bati.

"Ada lima lokasi yang menjadi sentra pertanaman bawang merah saat ini. Pertama, di Desa Pantai Linuh, Kecamatan Batu Ampar oleh petani Mustakim yang baru saja panen pada Senin, 19 Oktober. Kedua, di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari oleh petani Yadi yang melaksanakan panen pada Selasa, 20 Oktober," ujar Ir. M. Faried Widyatmoko saat menyampaikan keterangannya kepada WartaBanjar.com, Kamis (22/10/2026).

Selain dua lokasi yang telah menyelesaikan masa panen minggu ini, Distanhorbun Tanah Laut juga mencatat tiga hamparan lahan pertanian lainnya yang kini sedang memasuki masa perawatan intensif dan siap dipanen dalam beberapa pekan mendatang.

"Lokasi ketiga ada di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari oleh petani Khosim yang saat ini tanaman bawang merahnya memasuki umur 29 hari. Kemudian lokasi keempat berada di Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar yang digarap oleh petani Edi dari Bumi Jaya dengan usia tanaman 26 hari," kata Ir. M. Faried Widyatmoko.

Baca Juga Polres Banjarbaru Tahan Dua Pembalap Liar Penusuk Sopir Truk Sampah