WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Belasan ribu kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang melanda Kabupaten Banjar akibat kabut asap karhutla, ternyata paling banyak menyerang kelompok usia produktif atau dewasa.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar periode Juli hingga September 2026 mencatat, proporsi penderita ISPA terbesar berada di kelompok dewasa yang mencapai 40 persen. 

Disusul kelompok balita sebanyak 26 persen, anak-anak 16 persen, remaja 12 persen, dan lansia sebesar 6 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Banjar, Hj Mariana, mengingatkan tingginya mobilitas kelompok dewasa di luar rumah menjadi salah satu pemicu tingginya paparan asap. 

"Seluruh kelompok usia perlu menjaga kesehatan. Namun perhatian khusus harus diberikan kepada balita, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) karena mereka lebih rentan mengalami kondisi berat,” ujarnya, Kamis (21/10/2026).

Terkait tingkat keparahan, Mariana menyebut kondisi setiap pasien berbeda-beda tergantung status klinis dan komorbiditasnya. 

”Untuk pasien yang membutuhkan penanganan medis spesifik, fasyankes akan langsung merujuk ke rumah sakit,” ucapnya. 

Baca Juga: Kasus ISPA di Kabupaten Banjar Tembus 13.996, Sungai Tabuk dan Martapura Terbanyak

Baca Juga: GOW Kabupaten Banjar Sosialisasikan Pemberdayaan Perempuan kepada 22 Organisasi

Meskipun angka kasus ISPA menembus belasan ribu, Mariana memastikan hingga saat ini belum ada laporan kasus kematian yang disebabkan langsung oleh ISPA di Kabupaten Banjar.

"Namun kewaspadaan tidak boleh kendur sedikit pun," ungkapnya.

Guna menekan lonjakan angka kesakitan, Mariana meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam beraktivitas harian, terutama saat kualitas udara memburuk akibat paparan kabut asap karhutla.

”Masyarakat kami imbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan semaksimal mungkin menghindari paparan asap,” imbaunya.

Selain membatasi mobilitas luar ruang, penggunaan alat pelindung diri juga menjadi hal mendasar yang tak boleh diabaikan warga, saat terpaksa harus keluar rumah.

”Disiplinlah menggunakan masker yang sesuai standar untuk menyaring partikel-partikel halus kabut asap. Terapkan juga perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.