Karhutla di Gunung Batu, Kabut Asap Tebal Selimuti HST
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Kamis (22/10/2026) pagi.
Kondisi ini menjadi perhatian setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Batu, Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur, dilaporkan menghanguskan sekitar 5 hektare kawasan hutan.
Meski udara dipenuhi asap, sejumlah warga masih terlihat menjalankan aktivitas olahraga pagi di Barabai.
Rutinitas yang sudah biasa dilakukan membuat sebagian warga tetap beraktivitas di luar ruangan.
Salah satunya Rizky, warga Barabai yang rutin berolahraga pada pagi hari. Ia mengatakan aktivitas tersebut telah menjadi kebiasaannya sehari-hari.
Baca Juga Kasus ISPA di Kabupaten Banjar Tembus 13.996, Sungai Tabuk dan Martapura Terbanyak
Baca Juga Pertamina Salurkan 1,15 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Tabalong
“Biasanya memang setiap pagi olahraga, jadi tetap keluar seperti biasa. Tapi kalau asapnya semakin tebal, tentu harus lebih berhati-hati,” ujarnya.
Sementara itu, Reza, warga Barabai lainnya, juga merasakan kondisi udara yang dipenuhi asap pada Kamis pagi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan meski asap kembali menyelimuti wilayah HST.
“Asapnya cukup terlihat pagi ini. Mudah-mudahan kondisi udara segera membaik supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” katanya.
Munculnya asap pekat ini menjadi perhatian di tengah kebakaran hutan yang terjadi di Desa Nateh.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD dan Damkar HST, kebakaran tersebut tercatat pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.05 Wita.
Petugas BPBD dan Damkar HST bersama relawan gabungan, TNI-Polri, aparat desa, serta masyarakat setempat melakukan penanganan hingga api dinyatakan padam sepenuhnya.
Luas kawasan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.
Namun, belum ada konfirmasi dari pihak berwenang bahwa asap yang menyelimuti Barabai pada Kamis pagi berasal dari kebakaran di Desa Nateh tersebut.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan kualitas udara ketika beraktivitas di luar ruangan.