WARTABANJAR.COM, ​MARTAPURA - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memicu lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)

Di Kecamatan Aluh-Aluh, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencatatkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

​Tenaga Kesehatan Kecamatan Aluh-Aluh, Ns H Fauza Rahman, membenarkan paparan asap karhutla mendorong peningkatan kasus ISPA.

​”ISPA memang menjadi salah satu tren penyakit dominan saat ini seiring kondisi karhutla,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).

Baca juga: Kasus ISPA di Kabupaten Banjar Tembus 13.996, Sungai Tabuk dan Martapura Terbanyak

Baca juga: Mahasiswa ULM Keluhkan Bencana Karhutla ke DPRD Kalsel

​Menurut Fauza, kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia (lansia) menjadi penderita terbanyak yang datang memeriksa kesehatan.

​”Ciri-ciri orang terkena ISPA yang paling sering ditemui adalah batuk dan pilek. Kadang disertai demam, dan beberapa pasien mengeluhkan sesak napas,” jelasnya.

​Menanggapi fenomena tersebut, Fauza mengatakan pihak puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kecamatan Aluh-Aluh bersiap memberikan penanganan medis sesuai indikasi keluhan pasien. 

​”Penanganannya kami obati sesuai keluhan. Jika pasien mengalami sesak napas, langsung kami berikan tindakan bantuan oksigen (O2),” tambahnya.

​Selain ancaman ISPA, Fauza menyoroti adanya keluhan masalah gigi dan tingginya angka pengidap hipertensi (tekanan darah tinggi) yang dialami warga Aluh-Aluh belakangan ini.

​Guna menekan angka kesakitan, ia mengimbau warga Aluh-Aluh untuk lebih disiplin menjaga kesehatan harian, terutama saat beraktivitas di luar rumah selama musim karhutla.

​”Agar selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, serta menjaga waktu istirahat yang cukup,” tutupnya. (wartabanjar.com)