WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Lagi-lagi kebakaran di waktu subuh terjadi di Banjarmasin. 

Selasa (20/10/2026) sekira pukul 04.30 Wita, api berkobar di kawasan Jalan Jafri Zamzam Kompleks DPR Gang 2.

Warga pun terlihat berlarian. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum para relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

Saat ini api masih berkobar. Warga dibantu relawan dan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan si jago merah sekaligus mencegah agar tidak meluas.

Belum diketahui asal muasal api dan jumlah bangunan yang dilalap api.

Berdasar catatan Wartabanjar.com, di kawasan Kompleks DPR Banjarmasin sudah beberapa kali terjadi kebakaran.

Seperti kejadian pada 31 Agustus 2026 dan 2 Oktober 2026 dinihari lalu yang dalam perkembangannya polisi menangkap seseorang yang diduga membakar dua rumah di kawasan tersebut.

Juga terjadi kebakaran di kawasan Kompleks DPR Banjarmasin pada 17 Oktober 2026.

Baca Juga: Diduga Kesal Ditegur karena Bawa Perempuan, Nekat Bakar Rumah di Kompleks DPR Banjarmasin

Baca Juga: Lima Perempuan Penghuni Mes THM di Banjarmasin Positif Narkoba

Perlu diketahui, ada beberapa penyebab kebakaran:

1. Aktivitas Listrik

Korsleting: Hubungan arus pendek memicu percikan api.

Beban berlebih: Menumpuk colokan pada satu stopkontak.

Kabel rusak: Kabel terkelupas, digigit tikus, atau rapuh.

Alat elektronik: Mengisi daya gawai terlalu lama di atas kasur.

2. Kelalaian Manusia

Kompor gas: Kebocoran selang tabung elpiji  saat memasak.

Puntung rokok: Membuang puntung yang masih menyala sembarangan.

Bakaran sampah: Meninggalkan api sampah sebelum benar-benar padam.

3. Reaksi Kimia

Bahan bakar: Gas murni, bensin, minyak, atau tinner.

Gas mudah terbakar: Akumulasi gas metana di tempat tertutup.

Penyimpanan buruk: Menyimpan bahan kimia dekat sumber panas.

Efek gesekan: Percikan api akibat gesekan zat kimia tertentu. IkutiKursus Kimia

4. Kegagalan Mekanis

Mesin panas: Suhu mesin kendaraan atau pabrik terlalu tinggi

Gesekan logam: Komponen mesin aus yang tidak diberi pelumas.

5. Faktor Alam

Sambaran petir: Mengeluarkan energi panas ekstrem ke bangunan/pohon.

Kemarau panjang: Gesekan daun kering yang memicu kebakaran hutan.