Surut Seperti 2019, Dasar Dermaga Riam Kanan Kini Jadi Lapangan Parkir
WARTABANJAR.COM, ARANIO - Musim kemarau panjang yang melanda Kalimantan Selatan membuat kawasan Waduk Riam Kanan, di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, kian mengkhawatirkan.
Dampak dari surutnya air waduk ini, terlihat sangat mencolok di area Pelabuhan Riam Kanan. Bagian dasar perairan yang biasanya tenggelam, kini muncul ke permukaan dan mengering.
Bahkan, daratan yang menonjol tersebut kini beralih fungsi menjadi area parkir kendaraan roda dua maupun roda empat, bagi wisatawan dan warga yang hendak memancing.
Pembakal Tiwingan Lama, Zulfani, mengungkapkan mengeringnya waduk disebabkan oleh terhentinya suplai air, dari anak-anak sungai di sekitar kawasan Riam Kanan.
”Kalau dibandingkan dengan kekeringan tahun 2019 lalu, kondisinya bisa dikatakan sudah sama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026) sore.
Berdasarkan data dari pihak Pengelola PLTA Riam Kanan per Kamis (15/10/2026), Zulfani mengatakan Tinggi Muka Air (TMA) waduk berada di angka 54,815 meter di atas permukaan laut (MDPL).
”Artinya ada surut yang signifikan dibanding kondisi normal,” ucapnya.
Baca Juga: Air Waduk Riam Kanan Terus Turun, PLN Hemat Operasional PLTA
Baca Juga: Audiensi dengan Bupati Saidi Mansyur, FKUB Banjar Bahas Pembentukan Desa Rukun
Tak hanya berdampak pada bentang alam dan dermaga, kekeringan ini juga sempat menyulitkan pasokan air bersih bagi warga Desa Tiwingan Lama.
Zulfani menjelaskan, aliran air dari sumber utama desa tidak lagi mengalir ke pemukiman.
”Alhamdulillah masyarakat masih bisa menyiasatinya, dengan memanfaatkan mesin pompa sumur di sekitar pekarangan rumah masing-masing,” terangnya.
Selain krisis air, Zulfani juga menyoroti ancaman potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang mulai mengintai wilayahnya akibat vegetasi yang mengering.
Meski kondisi waduk sangat surut dan beberapa sektor terdampak, Zulfani mengimbau warga dan pengunjung untuk tetap tenang namun waspada.
”Sangat surut memang cuma tak terlalu mengkhawatirkan. Kebutuhan air harian warga sejauh ini masih tergolong aman, karena ada sumur alternatif,” pungkasnya. (wartabanjar.com)