Air Waduk Riam Kanan Terus Turun, PLN Hemat Operasional PLTA
WARTABANJAR.COM, ARANIO - Tinggi muka air (TMA) Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus mengalami penurunan.
Hingga Senin (19/10/2026), TMA waduk tercatat berada di angka 54,700 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Manager Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Gunung Bamega PT PLN Indonesia Power, Reza Mahendra, mengatakan penurunan tersebut terjadi karena belum ada tambahan air .
"Kembali menurun, karena tidak ada penambahan air di waduk," kata Reza saat dikonfirmasi.
Baca juga: Kapolres HST Geram Diabaikan Pemilik Warung Malam, Patroli Temukan Tindak Asusila di Ruang Karaoke
Baca juga: Gubernur Kalsel Minta Dana Bantuan Presiden untuk Karhutla Daerah yang Belum Kebagian
Pada Sabtu (17/10/2026), TMA Waduk Riam Kanan tercatat 54,770 mdpl.
Artinya, dalam dua hari, permukaan air turun sekitar tujuh sentimeter.
Reza menyebut, penurunan TMA telah berlangsung sejak Juli 2026.
Bahkan, sejak 20 Juli hingga saat ini, tidak tercatat adanya aliran air masuk (inflow) ke waduk.
Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya hujan serta tidak adanya pasokan air dari sungai.
Mengantisipasi semakin berkurangnya cadangan air, PLN telah melakukan penghematan sejak Juni 2026.
Pada Juli, pola operasi PLTA diubah dengan hanya mengoperasikan satu dari tiga turbin yang tersedia.
"Di bulan Juli kita ubah pola operasi menjadi satu unit," ungkapnya.
Pengoperasian satu turbin dilakukan dengan beban minimum untuk menjaga cadangan air waduk tetap tersedia, termasuk bagi kebutuhan air di wilayah hilir, terutama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Reza mengatakan, langkah penghematan tersebut merupakan upaya PLN menjaga ketersediaan cadangan air di tengah kondisi waduk yang terus menyusut.
Waduk Riam Kanan merupakan waduk yang berada di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Selain dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik melalui PLTA Gunung Bamega, air waduk juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah hilir. (wartabanjar.com)