Jembatan Pulau Telo dan Pulau Petak Kapuas Diperbaiki hingga akhir 2026, Sistem Buka-Tutup Diberlakukan
WARTABANJAR.COM, KUALA KAPUAS - Tidak hanya Jembatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mengalami perbaikan hingga ditutup total pada Minggu (18/10/2026) malam hingga Senin (19/10/2026) pagi.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun melakukan perbaikan Jembatan Pulau Telo, yang juga berada di Kapuas.
Kedua jembatan ini penting karena menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan serta menjadi jalur trans Kalimantan.
Baca juga: Jembatan Pulau Petak Kapuas Kalteng Ditutup Total Mulai Minggu Malam hingga Senin Pagi
Baca juga: Dampak Asap Karhutla, Disdik Palangka Raya Siapkan Opsi UAS Mundur ke Januari 2007
Kedua jembatan panjang yang membentang di Sungai Kapuas ini menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses menuju kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalsel.
Menteri PU Dody Hanggodo beberapa waktu lalu menjelaskan perbaikan kedua jembatan dilaksanakan dalam satu paket pekerjaan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah dengan nilai kontrak sekitar Rp3,16 miliar dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Hingga saat ini, progres fisik paket pekerjaan preservasi Jembatan Pulau Telo dan Jembatan Pulau Petak mencapai 92,31 persen.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah penggantian sambungan siar muai atau expansion joint, sehingga kendaraan dapat melintas dengan lebih mulus dan mengurangi guncangan saat melewati sambungan jembatan.
Jembatan Pulau Telo memiliki panjang sekitar 595 meter dan Jembatan Pulau Petak sepanjang sekitar 609 meter.
Kedua jembatan hanya berjarak sekitar 8,9 kilometer, sehingga keberadaan keduanya memiliki keterkaitan penting dalam menjaga kelancaran jaringan jalan nasional yang menghubungkan kawasan Pulang Pisau, Kuala Kapuas hingga wilayah perbatasan Kalimantan Selatan.
Untuk pekerjaan pada Jembatan Pulau Petak, BPJN Kalimantan Tengah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kapuas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas menerapkan rekayasa lalu lintas selama pekerjaan preservasi mayor.