WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sejumlah pondok yang diduga menjadi tempat transaksi dan konsumsi narkoba di Desa Mahang, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, dibongkar polisi, Sabtu (17/10/2026).

Penggerebekan dipimpin langsung Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon.

Namun, saat personel gabungan tiba dan menyisir lokasi, tidak ada orang yang ditemukan di pondok-pondok tersebut.

Meski lokasi dalam keadaan kosong, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, di antaranya alat isap dan korek api.

Polisi juga mengamankan lima kendaraan, terdiri dari empat unit sepeda motor dan satu unit sepeda listrik.

Seluruh kendaraan dibawa ke Polres HST untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga Kabut Asap Karhutla Masih Tebal, Bayi di Samarinda dan Buntok Meninggal karena Sesak Napas

Baca Juga BMKG Sebut Asap Karhutla Kalimantan Masuki Jakarta, Pakar Ungkap Tingkat Pencemaran

Lokasi yang disisir berada di belakang permukiman warga dan cukup tersembunyi. Sejumlah pondok berdiri di area yang dipagari menggunakan daun rumbia.

Penggerebekan melibatkan Tim Sulangking, gabungan personel Satresnarkoba, Satreskrim, dan Satintelkam Polres HST.

Kapolres didampingi Wakapolres HST Kompol Antoni Silalahi, Kabag Ops AKP Rojikin, Kasat Narkoba AKP Sutargo, serta Kasat Intel AKP Legiyo.

Usai menyisir lokasi dan mengumpulkan barang-barang yang ditemukan, petugas membongkar pondok-pondok tersebut atas perintah Kapolres.

Di sela penggerebekan, Kapolres HST meminta keterangan Kepala Desa dan Ketua RT setempat terkait status kepemilikan lahan yang digunakan untuk mendirikan pondok. Namun, aparat desa mengaku tidak mengetahui siapa pemilik lahan tersebut.

Kepada Ketua RT, Kapolres HST menegaskan pentingnya keterbukaan aparat setempat dalam memberikan informasi mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di wilayah Mahang.

“Semua harus terbuka kepada aparat agar bisa kita bersihkan narkoba ini. Kasihan generasi muda di sini akan hancur karena masifnya pengguna dan peredaran narkoba,” tegasnya.

Selain meminta keterangan aparat desa, Kapolres bersama Wakapolres juga menyapa warga yang menyaksikan penggerebekan.