WARTABANJAR.COM - Tiga wilayah Kalimantan Selatan kembali memiliki kualitas udara di tiga wilayah kategori berbahaya, Jumat (16/10/2026). 

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengumumkan empat wilayah pantauan kualitas Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU. 

Data terbaru per 16 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA tiga wilayah masuk kategori berbahaya. Yakni Banjarmasin, Barito Kuala (Batola), Hulu Sungai Selatan (HSS). 

Berikut empat wilayah pantauan:

Kota Banjarmasin: 1225 (BERBAHAYA)
Kabupaten Barito Kuala: 853 (BERBAHAYA)
Kabupaten Tabalong: 156 (TIDAK SEHAT)
Kabupaten Hulu Sungai Selatan: 1885
(BERBAHAYA)

Kategori berbahaya untuk kualitas udara disebabkan oleh kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

DLH Kalsel mengimbau seluruh masyarakat untuk wilayah BERBAHAYA dan SANGAT TIDAK SEHAT untuk melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

Baca Juga Pangantre di SPBU Tidur di Trotoar, Ombudsman: 11 Provinsi Langka BBM

Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Hujan Ringan pada Siang Hari

- Gunakan Masker di Luar Ruangan: 

Selalu pakai masker (diutamakan masker N95 atau masker medis) saat beraktivitas di luar rumah untuk menyaring partikel mikroskopis (PM2:) yang berbahaya bagi paru-paru.

- Perbanyak Minum Air Putih: 

Tingkatkan konsumsi air putih untuk membuang racun dalam tubuh, mencegah dehidrasi, serta meredakan tenggorokan yang gatal akibat paparan asap.

- Stop Kebakaran Lahan! 

Dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan ini tidak hanva merusak ekosistem

- Gunakan Masker di Luar Ruangan: 

Selalu pakai masker (diutamakan masker N95 atau masker medis) saat beraktivitas di luar rumah untuk menyaring partikel mikroskopis (PM2-)
yang berbahaya bagi paru-paru.

- Perbanyak Minum Air Putih: 

Tingkatkan konsumsi air putih untuk membuang racun dalam tubuh, mencegah dehidrasi, serta meredakan tenggorokan yang gatal akibat paparan asap.

- Stop Kebakaran Lahan! 

Dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan ini tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga membahayakan kesehatan diri sendiri, keluarga, dan tetangga sekitar.

- Laporkan Titik Api Segera: