BPBD Kalsel Catat 27 Ribu Hektare Lahan Terdampak Karhutla
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Sepanjang kemarau 2026, ada sekitar 27 ribu hektare hutan dan lahan di Kalimantan Selatan terbakar hingga Kamis (15/10/2026).
Luasan tersebut diyakini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bertambah.
Hal ini karena berdasarkan patroli udara masih ada 41,7 hektare lahan yang terbakar.
"Masih ada 15 titik api,” kata Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra, Kamis.
Baca juga: Dua Hari Setelah OTT KPK, Kepala BNPB Letjen Suharyanto Diganti Letjen Kristomei Sianturi
Baca juga: Hujan Guyur Barabai HST Setelah Sepekan Kabut Asap, Warga Berharap Udara Kembali Bersih
Ronny mengungkapkan Kabupaten Banjar dan sebagian Barito Kuala masih menjadi penyumbang karhutla terbanyak.
”Untuk Kabupaten Banjar, selain di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, ada tambahan di daerah Gunung Pamaton dan Desa Belangian yang mulai terbakar,” paparnya.
Namun, Ronny menjelaskan daerah dataran tinggi di Banjar tersebut tidak terlalu sulit untuk dipadamkan karena merupakan lahan mineral.
”Jadi begitu kami padamkan dengan heli water bombing, sekali atau dua kali drop sudah langsung padam,” terangnya.
Pengguna drone thermal juga masih dilakukan untuk melihat titik api yang masih berada di bawah tanah.
”Terutama di lahan gambut, ambil contoh di Jalan Gubernur Syarkawi yang saat ini terbakar. Pematang itu kami lakukan teknologi drone thermal,” pungkasnya. (wartabanjar.com)