Update Hotspot Kalimantan-Sumatera: Kalteng Terbanyak, Kalsel 113 Titik Panas
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Selasa (13/10/2026), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melansir sebaran hotspot atau titik panas di Kawasan Kalimantan dan Sumatera.
Update hotspot ini dapat dijadikan gambaran kondisi kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih parah terjadi di dua pulau tersebut.
Namun, ditegaskan oleh Kemenhut, hotspot merupakan indikasi titik panas dari penginderaan satelit dan tidak selalu berarti kebakaran.
Melalui unggahan di akun Instagram @kemenhut, disebutkan terdapat 1.085 hotspot dengan status hig confidence.
"Pantauan hotspot, berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 12 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB terdeteksi 1.085 hotspot - high confidence," tulis Kemenhut.
Untuk sebaran titik api sampai Senin malam pukul 21.00 WIB, terbanyak masih di Kalteng dengan 227 titik.
Kemudian disusul Sumsel sebanyak 147 titik, Kalsel 113 titik, Kalbar 31 titik dan Jambi 24 titik.
Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Kalimantan sebagai Bencana Nasional
Baca Juga: Update Kualitas Udara Kalsel, Batola Berbahaya Banjarmasin Sangat Tidak Sehat
Diungkapkan dalam unggahan tersebut Kemenhut telah melakukan operasi udara.
Sebanyak 61 unit armada udara yang terdiri atas 17 unit untuk patroli dan OMC dan 44 unit operasi water bombing.
Sebanyak 55 unit armada itu digunakan untuk 6 provinsi prioritas Karhutla dan 6 unit untuk waterbombing di luar provinsi prioritas.
Adapun enam provinsi prioritas penanaganan Karhutla adalah Kalteng, Sumsel, Kalsel, Kalbar, Kaltim, Riau dan Jambi.
Kemenhut menjelaskan, untuk kondisi udara berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kategori sangat tidak sehat (merah) dan berbahaya (hitam) masih menyelimuti wilayah Kalteng.
Kemenhut pun lantas mengimbau agar tidak membakar lahar dan tetap menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. (wartabanjar.com)