WARTABANJAR.COM - Peringatan dini banjir rob di wilayah pesisir Kalimantan Selatan disebabkan adanya fase bulan baru pada 10 Oktober 2026.

Fase bulan baru berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

Berdasarkan pantauan data water level
dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di pesisir wilayah Kalimantan Selatan.

Masyarakat pesisir pantai diimbau agar selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir pesisir (rob).

Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Perairan Muara Sungai Barito pada 14 - 23 Oktober 2026 pukul 23.00- 04.00 WITA dengan ketinggian maksimum mencapai 2.7 meter.

Adapun wilayah berpotensi terdampak di pesisir Muara Sungai Barito (Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Banjar dan Barito Kuala).

Baca Juga Update Kualitas Udara Kalsel, Batola Berbahaya Banjarmasin Sangat Tidak Sehat

Baca Juga Di Hadapan Menhut Raja Juli, Gubernur Kalsel Sebut Hujan Buatan Atasi Karhutla Masih Terkendala Awan

Hal ini berdampak pada terganggunya aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.

Banjir rob adalah banjir akibat air laut pasang yang meluap naik ke daratan atau wilayah pemukiman di kawasan pesisir.

Berikut penyebab utama banjir rob;

Faktor Astronomi: Gaya gravitasi bulan dan matahari (terutama saat fase bulan purnama atau bulan baru) yang menyebabkan pasang maksimum air laut.

Kenaikan Muka Air Laut: Dampak perubahan iklim dan mencairnya es kutub yang meninggikan permukaan laut.

Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence): Pengambilan air tanah yang berlebihan dan beban bangunan yang membuat daratan pesisir lebih rendah dari permukaan laut (seperti di Jakarta dan Pantura Jawa).

Kerusakan Lingkungan: Hilangnya hutan mangrove yang berfungsi sebagai peredam alami gelombang dan pasang air laut.

(Wartabanjar.com)