WARTABANJAR.COM, BONTANG -  Pantai wisata Pulau Beras Basah Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak lagi indah.

Airnya dinodai cairan hitam menyerupai minyak atau oli sejak Sabtu (10/10/2026) dini hari.

Demikian pula pantainya, yang sebagian pasirnya berwarna hitam memanjang membentuk garis pantai.

Pemerintah Kota Bontang masih menelusuri dugaan pencemaran laut di kawasan Pulau Beras Basah. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengambil sampel air dari sejumlah titik untuk mengetahui jenis material yang ditemukan di pesisir dan perairan tersebut.

Baca juga: Brimob Kalsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih, Warga Pondok Sejahtera Banjarbaru Tak Dapat Pasokan PTAM

Baca juga: PTAM Intan Banjar Imbau Pelanggan Hemat Air, Waspadai Hoaks Bantuan Tangki Gratis

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, sampel air saat ini menjalani pemeriksaan laboratorium. 

Hasilnya diperkirakan dapat diketahui dalam beberapa hari ke depan. 

Pemko juga akan meneruskan informasi mengenai dugaan pencemaran tersebut kepada pemerintah provinsi.

“Nanti kami sampaikan ke provinsi,” ujar Neni saat ditemui usai upacara HUT Ke-27 Kota Bontang di halaman Kantor Wali Kota, Senin (12/10/2026).

Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan di sejumlah titik dengan jangkauan sekitar 300 meter dari lokasi temuan. 

Dalam penelusuran di lapangan, petugas menemukan lapisan pada permukaan air di sekitar pelabuhan yang tampak memunculkan warna menyerupai pelangi. 

Sementara itu, di area mercusuar, terlihat material yang menyerupai oli dengan warna lebih pekat pada balok beton.

DLH Bontang juga berkoordinasi dengan warga sekitar serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). 

Dari koordinasi itu, Heru menyebut pihaknya memperoleh informasi mengenai sejumlah kapal tanker yang melintas di perairan sekitar dalam beberapa hari terakhir. 

Namun, informasi tersebut belum menjadi dasar untuk mengaitkan kapal-kapal itu dengan dugaan pencemaran yang sedang ditelusuri

Informasi mengenai dugaan pencemaran tersebut telah diteruskan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang untuk ditindaklanjuti