WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tabalong terus berupaya menuntaskan pendataan anak tidak sekolah (ATS) hingga akhir 2026.

Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan status anak yang masuk pendataan sekaligus mengarahkan mereka kembali ke jalur pendidikan yang sesuai.

Kepala Disdikbud Tabalong Gusti Judid Ihsan Permana mengatakan, pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 3.043 anak tidak sekolah di kabupaten ini.

"Setelah pendataan dan verifikasi lapangan hingga Oktober 2026, sebanyak 924 anak berhasil diidentifikasi tidak lagi masuk kategori anak tidak sekolah,"ungkap Judid, Minggu (11/10/2026).

Baca juga: Dua SMPN di Tabalong Usulkan Ratusan Calon Penerima Beasiswa Pemkab

Baca juga: Air Irigasi Jalan Perjuangan Martapura Sisa Sedada Anak-anak

Selain itu, Disdikbud Tabalong telah menyelesaikan verifikasi terhadap 791 data residu yang sebelumnya terkendala ketidaklengkapan data kependudukan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 585 anak berhasil diidentifikasi untuk diarahkan kembali ke pendidikan formal maupun nonformal.

Meski demikian, masih terdapat data 2.119 anak yang perlu diverifikasi lebih lanjut.

“Dari 2.119 data ini, kami kembali meminta partisipasi camat untuk bekerja sama dengan pemerintah desa. Tim PKBN akan datang ke kantor desa untuk melakukan verifikasi, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya,” tutur Judid.

Ditambahkan Judid, verifikasi diperlukan karena kondisi anak yang tercatat dalam data tersebut beragam. 

Sebagian di antaranya sudah bekerja, pindah domisili, atau memiliki kondisi ekonomi yang dinilai telah mapan.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan status mereka berdasarkan kondisi terkini di lapangan agar penanganan yang dilakukan sesuai kebutuhan.

Judid berharap, melalui kerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa, seluruh data anak tidak sekolah dapat diverifikasi hingga akhir 2026.

Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan, termasuk mengarahkan anak ke pendidikan formal maupun nonformal.

Data itu juga akan digunakan untuk mendukung persiapan program Sekolah Rakyat yang direncanakan pada 2027, sehingga anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan dapat memperoleh jalur pendidikan yang sesuai.(wartabanjar.com).