WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Debit air irigasi kawasan Jembatan Jalan Perjuangan RT 12 RW  5 Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terpantau surut pada Minggu (11/10/2026).

Dari pengamatan Wartabanjar.com, ketinggian air hanya sekitar dada anak-anak yang sedang bermain di dalam saluran.

Baca juga: PTAM Intan Banjar Olah Air Irigasi Riam Kanan Sikapi Kebocoran Pipa BPAM Banjarbakula

Baca juga: Akademisi ULM Dukung Pengurangan Operasional PLTA Riam Kanan, Cadangan Air Waduk Lebih Utama

Sejumlah anak tampak berenang sambil menggunakan ban dalam bekas sebagai pelampung. 

Kondisi ini memperlihatkan rendahnya permukaan air di lokasi tersebut, meski kedalaman saluran dapat berbeda di setiap titik.

Surutnya air terjadi di tengah musim kemarau panjang. 

Kondisi di irigasi ini tentunya menggambarkan hal serupa di hulu yakni Waduk Riam Kanan Kabupaten Banjar.

Padahal Waduk Riam Kanan dan irigasi menjadi sumber air baku bagi PT Air Minum (PAM) Bandarmasih dan PAM Intan Banjar.

Saat ini PAM Bandarmasih yang melayani Kota Banjarmasin dan wilayah perbatasan Kabupaten Banjar mengalami kendala air baku akibat intrusi air laut atau tingginya kadar garam sejumlah sungai.

Sementara itu PAM Intan Banjar bekerja Balai Pengolahan Air Minum (BPAM) Banjarbakula tengah mengolah air Waduk Riam Kanan karena terjadi kebocoran pipa berdiameter 1,2 meter di kawasan Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Banjar.

Kejadian tersebut mengakibatkan suplai air bersih di Kota Banjarbaru dan Kota Martapura macet.

Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan.

Kemarau berkepanjangan tentunya mengurangi ketersediaan air di waduk dan irigasi. (Wartabanjar.com)