WARTABANJAR.COM, BARABAI – Upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dilakukan dengan memantau langsung kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon bersama Wakapolres Kompol Antoni Silalahi, dan Kapolsek Limpasu Iptu Cosmas Sembiring, menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju puncak Gunung Titi, Kecamatan Limpasu, Sabtu (10/10/2026).

Perjalanan menuju puncak tersebut memakan waktu sekitar 50 menit, dengan jarak tempuh kurang lebih empat kilometer. 

Selama perjalanan, jajaran kepolisian memantau kondisi kawasan untuk mengantisipasi potensi karhutla, terutama di tengah cuaca kering.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengatakan, pengecekan langsung diperlukan agar petugas dapat mengetahui kondisi di lapangan, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kebakaran.

“Pemantauan secara langsung penting dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Peran masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan, juga diperlukan untuk mencegah munculnya titik api.

Baca Juga: Jalan dan Area Parkir Pasar 3 Barabai HST Ditinggikan hingga 45 cm, Kurangi Genangan Air

Baca Juga: Desa Mahela HST Jadi Wakil Daerah di STBM Award Kalsel, Sanitasi Rumah Warga Diperiksa

Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas, apabila melihat titik api maupun tanda-tanda kebakaran agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

Melalui pemantauan di kawasan Gunung Titi, Polres HST berharap kewaspadaan terhadap karhutla semakin meningkat, khususnya di Kecamatan Limpasu dan wilayah sekitarnya.

Keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta melaporkan potensi kebakaran sejak dini, menjadi bagian penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (wartabanjar.com)