Tidak hanya BBM, ketersediaan LPG bersubsidi juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. 

Salah satu laporan yang diterima Satgas menyebutkan adanya kebutuhan tambahan LPG di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Kab. Hulu Sungai Tengah juga mereka kekurangan kuota 50 ribu untuk tabung LPG dan ini benar-benar bisa diakomodir oleh BPH Migas,” ungkap Eddy.

Untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Pemprov Kalsel akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk mengupayakan pertemuan dengan BPH Migas guna menyampaikan kebutuhan tambahan kuota.

Eddy menegaskan, pemerintah tidak hanya berupaya memastikan ketersediaan BBM dan LPG, tetapi juga menjaga agar distribusinya tepat sasaran. 

Pengawasan dan integrasi data menjadi bagian penting dalam memastikan kuota yang tersedia benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Harapan kami dengan adanya integrasi data ini, kita bisa melihat kondisi secara konkret dan kemudian melakukan langkah-langkah yang tepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)