"Lucunya, saya sudah beberapa kali berlibur ke Como, tetapi saya bahkan tidak tahu kalau ada tim sepak bola di sini," imbuhnya.

Fabregas kemudian melanjutkan bahwa ilmu melatih tim sepak bola banyak didapatkan dari pelatih asal Italia, Antonio Conte. 

Sang pemain memang sempat bermain di bawah kendali Conte, yang menangani Chelsea di tahun 2016-2018 dan berhasil memenangi satu trofi Liga Inggris musim 2016-2017 dan Piala FA 2017-2018. 

Selain bermain di bawah Conte, Fabregas juga sempat merasakan diasuh oleh dua pelatih besar, yaitu Vicente Del Bosque di Timnas Spanyol, Pep Guardiola di Barcelona, dan Arsene Wenger di Arsenal.

"Pertama kali saya melihat sepak bola sedang berubah adalah saat saya bertemu Conte di Chelsea. Saat itu usia saya sudah 29 tahun dan saya telah meraih banyak prestasi," tutur Fabregas. 

Namun, sebagai contoh Arsene Wenger tidak terlalu banyak melatih aspek taktik di Arsenal, meskipun ia adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Hal yang sama berlaku untuk Del Bosque. Bersama Conte, saya melihat perubahan itu. Ia sangat fokus pada detail.  

"Awalnya hal itu mengejutkan dan terasa membebani bagi saya, karena saya tidak mengerti mengapa seseorang harus mendikte ke mana saya harus mengoper bola, belum pernah ada yang melakukan hal seperti itu sebelumnya," imbuhnya. (Wartabanjar.com)