Enam Hari di Laut Jawa, Relawan Borneo Rescue Ceritakan Evakuasi Korban Kapal Virgo
Bagi Ehsan, banyaknya korban yang harus dievakuasi juga membuat operasi tersebut terasa berbeda secara emosional.
Ia sempat merasakan keprihatinan ketika melihat kondisi di lokasi.
Hal serupa dirasakan Ricky ketika pertama kali tiba di titik operasi. Bagi dirinya, perasaan yang muncul bukan sesuatu yang mistis.
“Untuk perasaan saya lebih ke prihatin. Sampai kejadian atau insiden ini bisa terjadi dan memakan korban yang sangat banyak,” katanya.
Yang lebih membekas justru medan dan pengalaman baru yang mereka jalani selama enam hari.
Bagi Badruzzaman, seluruh rangkaian operasi dari awal hingga akhir, menjadi pengalaman yang sulit dibandingkan dengan pengalaman sebelumnya.
“Kayaknya semuanya dari awal sampai akhir ini pengalaman terbaik. Dari sekian lama ikut ini,” katanya.
Ketiganya memang telah memiliki bekal dari kegiatan Mapala dan pengalaman di alam, sebelum bergabung dengan Borneo Rescue.
Namun, mereka relatif masih baru di tim tersebut, dengan masa bergabung paling lama sekitar satu tahun.
Bekal dari gunung, hutan hingga arung jeram, menjadi modal saat menghadapi medan baru di laut. Selebihnya, mereka harus beradaptasi dengan kondisi operasi dan tugas yang berbeda dari pengalaman sebelumnya.
Di tengah pengalaman baru tersebut, ada alasan sederhana yang membuat Ehsan tetap bersedia turun ke lapangan.
“Memang ada kemauan dari diri saya untuk membantu. Misalkan ada orang membutuhkan, kan ini membutuhkan. Entah itu membutuhkan relawan, membutuhkan bantuan apa, saya tertarik di situ membantu karena ada basic saya di sana,” tuturnya.
Bagi Ehsan, pengalaman dan kemampuan yang dimiliki pada akhirnya menjadi bagian dari tugas kemanusiaan. “Tugas kemanusiaan,” pungkasnya. (wartabanjar.com)