PUPR Kalsel Perkuat Pengamanan Karhutla di Kawasan RSJ Sambang Lihum Kabupaten Banjar
"Dari situ kami masukkan ke areal Sambang Lihum sehingga sudah mencapai hampir satu hektare yang kami basahi dari sekitar 4,5 hektare lebih dari total enam hektare lebih Sambang Lihum yang menjadi target kami untuk pengamanan," jelasnya.
Di sisi lain, satu unit ekskavator PC 100 dikerahkan untuk melakukan land clearing sekaligus pembalikan tanah. Metode tersebut juga diterapkan pada lahan yang masih mengeluarkan asap.
"Yang masih berasap kami balik tanah, kemudian kami aduk dengan air yang sudah meresap. Alhamdulillah, dengan proses pembalikan itu asap menjadi hilang," ujar Herry.
Hingga Sabtu (3/10/2026), proses land clearing telah mencapai sekitar 1,5 hektare.
Sementara itu, total area yang menjadi sasaran pengamanan mencapai sekitar enam hektare.
Herry memperkirakan proses land clearing masih membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan hari ke depan.
"Masih panjang kami untuk melakukan land clearing, tapi sisi-sisi bangunan Sambang Lihum sudah kami amankan. Paling tidak mencegah asap lebih lanjut," katanya.
Dalam penanganan karhutla tersebut, PUPR Kalsel juga berkolaborasi dengan sejumlah unsur terkait, termasuk kepolisian, TNI, serta Satgas Sambang Lihum.
Tim gabungan melakukan pemadaman di sekitar kawasan rumah sakit dan area yang masih terdampak kebakaran.
PUPR Kalsel juga terus melakukan pembasahan secara berkelanjutan bersama pihak Sambang Lihum.
Pompa dompeng dioperasikan selama 24 jam dengan pemindahan posisi selang untuk menjangkau titik-titik yang membutuhkan pembasahan.
"Kami terus melakukan pembasahan juga bersama-sama dengan Sambang Lihum sendiri. Jadi 24 jam mengaktifkan pompa dompeng dengan kapasitas empat inci," tutur Herry.
Menurut dia, pembasahan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu memadamkan titik-titik api yang masih muncul di kawasan tersebut.
Dengan langkah land clearing, pembalikan tanah, serta pembasahan yang dilakukan secara terpadu, PUPR Kalsel menargetkan kawasan sekitar RSJ Sambang Lihum dapat lebih aman dari ancaman kebakaran dan asap yang berpotensi mengganggu aktivitas serta kesehatan pasien. (Wartabanjar.com/*)