Truk Tandon Polres Tanah Laut Pasok Air Bersih untuk Santri Ponpes Sirajul Huda
Ia menambahkan, penyaluran bantuan ini akan difokuskan ke wilayah-wilayah yang paling terdampak krisis air bersih.
"Iya, nanti kita bertahap. Nanti dari pesantren ini, nanti ke warga sekitar yang memerlukan, terutama di daerah dataran tinggi yang sangat kekurangan air," jelas Kompol Eka Saprianto, mengenai rencana aksi ke depan.
Kondisi lapangan menunjukkan, betapa tingginya ketergantungan pondok pesantren terhadap bantuan luar saat ini.
Dengan populasi mencapai hampir 700 jiwa, terdiri dari 600 santri putra-putri serta jajaran dewan guru dan karyawan, kebutuhan air di lingkungan pesantren mencapai 15.000 hingga 20.000 liter per hari untuk keperluan memasak, mencuci, dan mandi.
Selama air sumur mengering dalam sebulan terakhir dan hanya mampu bertahan satu jam saat dipompa, pihak pengelola terpaksa merogoh kocek dalam-dalam.
Mereka rutin membeli sekitar 10 mobil pikap air bersih swasta, setiap hari dengan harga Rp75.000 hingga Rp80.000 per tandon.
"Sehari antara putra dan putri. Jadi sementara ini kita kan beli di luar Nah, kemarin kita minta sama Pak Kapolres, alhamdulillah dan perdana yang menyumbang air bersih cuma Polres Tanah Laut untuk sementara ini," ungkap Kabid Sapras Ponpes Sirajul Huda, Murdiansyah.
Bantuan ini menjadi angin segar bagi pengelola pesantren yang selama beberapa pekan terakhir, harus menanggung biaya operasional tinggi demi memenuhi kebutuhan dasar para santri.
"Untuk beli, kita beli satu tong itu sekitar Rp75 ribu sampai Rp80 ribu, jadi alhamdulillah sangat terbantu lah dengan bantuan Polres ini. Kita ucapkan terima kasih sama Pak Kapolres, sama Pak Wakapolres langsung hadir, luar biasa ini. Nggih," tutur Murdiansyah mengapresiasi aksi tanggap Polres Tanah Laut.
Melalui sinergi pembagian air bersih ini, Polres Tanah Laut berencana terus memperluas jangkauan distribusi air ke permukiman warga terisolasi, dan wilayah dataran tinggi lain di Pelaihari yang ikut terdampak kemarau berkepanjangan. (Wartabanjar.com)