Dengan Pixel, identitas orang tersebut dapat dibuat semakin sulit dikenali, sementara keberadaannya tetap terlihat di dalam foto. 

Dikutip dari Mashable, fitur tersebut memunculkan beragam reaksi di media sosial. Sebagian pengguna melihatnya sebagai cara baru untuk melakukan soft launch, sedangkan yang lain mempertanyakan seperti apa perasaan seseorang ketika wajahnya sengaja dibuat berpiksel, dalam unggahan pasangannya.

Terlepas dari penggunaan untuk soft launch, Pixel juga memiliki fungsi yang lebih praktis. Fitur ini dapat digunakan untuk menyamarkan wajah anak, orang asing yang tertangkap kamera, atau objek tertentu yang tidak ingin ditampilkan dalam sebuah Stories.

Penggunaan semacam ini juga sejalan dengan fungsi penyuntingan berbasis AI yang sedang diperluas Meta di Instagram. 

Pada Juli 2026, Meta memperkenalkan lebih dari 30 efek AI baru untuk Instagram Stories, yang ditenagai model generatif Muse Image. 

Efek tersebut dirancang agar pengguna dapat mengubah atau mengedit foto melalui instruksi sederhana. 

Meta menjelaskan bahwa Muse Image dapat memahami isi sebuah foto, termasuk pencahayaan, komposisi, dan subjek, kemudian melakukan penyuntingan berdasarkan instruksi pengguna. 

Untuk Pixel, Instagram sejauh ini menunjukkan penggunaannya pada Stories. Ketersediaan fitur juga belum seragam di semua wilayah, karena fitur-fitur AI Instagram digulirkan secara bertahap. (Wartabanjar.com)