Ia menilai kesederhanaan tersebut dinilai tepat, mengingat Banjarmasin dan masyarakat Kalsel tengah menghadapi berbagai musibah, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang menelan banyak korban.

“Yang kita kurangi adalah kemeriahannya, bukan maknanya. Lita juga sesuaikan acaranya, bukan pula mengurangi kualitas pelayanan terhadap masyarakatnya. Tapi yang kita hentikan adalah pestanya, bukan mengurangi kerja kita untuk Banjarmasin,” tegasnya. (wartabanjar.com/*)