“Untuk mengantisipasi hal itu, kami turunkan tim teknis ke lapangan untuk mencari alternatif dan solusinya seperti apa. Jangan sampai terjadi krisis air baru bertindak,” kata Anshari.

Ia menjelaskan, kondisi di Upau berbeda dengan wilayah Belimbing. Di Belimbing terdapat Sungai Tabalong dan embung yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan air.

“Tidak seperti di Belimbing, ada Sungai Tabalong dan terdapat embung. Jadi kita keruk agar air masuk ke tempat kita. Kalau di daerah Upau langsung ke sungai tanpa embung,” jelasnya.

Terkait laporan sejumlah pelanggan di Desa Bilas, Kecamatan Upau, yang mengalami kemacetan aliran air, Anshari mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan ke lapangan. (wartabanjar.com).