Mastantuono bikin tiga gol ke gawang Venezia pada usia 19 tahun dan 28 hari. Ia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh legenda Tim Tango, Lionel Messi.

Messi sebelumnya jadi pemain termuda Argentina yang bikin hattrick di liga top Eropa pada usia 19 tahun dan 259 hari. 

Hal tersebut ditorehkan Messi saat bikin hattrick untuk Barcelona ke gawang Real Madrid pada 10 Maret 2007.

Messi memegang rekor tersebut selama lebih dari 19 tahun, sebelum dipecahkan oleh Mastantuono. 

Mastantuono memecahkan rekor ini karena lebih muda 231 hari dari Messi, saat bikin hattrick pertamanya di Eropa.

Mastantuono memang digadang-gadang jadi penerus Messi di sisi kanan Timnas Argentina. 

Ia dianggap sebagai salah satu bakat terbaik Albiceleste saat ini. Pemuda kelahiran Azul ini sudah punya empat caps untuk Timnas Argentina.

Nama Mastantuono melejit usai Madrid rela menebusnya dari River Plate senilai 45 juta euro pada musim lalu. 

Namun, ia kesulitan bermain reguler dengan Los Blancos, hingga dipinjamkan ke Fiorentina musim panas ini. Fiorentina diharapkan jadi tempat yang tepat untuk Mastantuono mengasah bakatnya.

Musim ini, Franco Mastantuono selalu tampil dalam empat pertandingan perdana Fiorentina di Liga Italia.

Sumbangan hattrick pada laga melawan Venezia menjadi pencapaian terbaiknya sejauh ini.

Pada pertandingan pertama, pemain asal Argentina itu tampil selama 63 menit ketika Fiorentina dibantai 0-4 oleh AS Roma.

Ia tampil penuh di pertandingan kedua, saat I Viola kalah 0-3 dari tim promosi, Frosinone, dan hanya bermain setengah babak saat kalah 1-2 dari Torino.

Hasil musim ini bisa saja menentukan nasib Mastantuono, sebelum kembali ke Real Madrid musim depan. (Wartabanjar.com)