Salah satu pengalaman yang paling diingat Haris Makkie terjadi ketika Kalsel menjadi tuan rumah sebuah kegiatan nasional, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat itu, Rudy Ariffin menunjukkan ketelitiannya dalam mempersiapkan sebuah kegiatan. Haris Makkie mengingat adanya pemasangan baliho dan bando berukuran besar yang dinilai belum memberikan gambaran maksimal sebagai kegiatan berskala nasional.

Meski sudah terpasang dengan ukuran besar, Rudy Ariffin meminta baliho tersebut diturunkan dan diganti dengan yang baru.

“Beliau sangat teliti dalam hal merencanakan kegiatan. Ada kegiatan hanya sifatnya baliho saja, tapi tidak sempurna, tidak bagus, kurang memberikan gambaran bahwa ini acara nasional sehingga beliau menyuruh itu diturunkan, diganti dengan yang baru,” kenangnya.

Menurut Haris Makkie, kejadian tersebut menggambarkan betapa besar perhatian Rudy Ariffin terhadap detail dan kesempurnaan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun kegiatan resmi.

Kepergian Rudy Ariffin, kata Haris Makkie, meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi mereka yang pernah mengenal dan bekerja bersamanya.

“Oleh karena itu, tentu kita merasa sangat kehilangan sekali. Mudah-mudahan beliau mendapat rahmat dan rida Allah Subhanahu wa Ta'ala,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)