Warisan keilmuan dan dakwah beliau hingga kini masih menjadi bagian penting dari sejarah Islam di Kalimantan Selatan. Bahkan, nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari telah diusulkan sebagai salah satu tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Gubernur H. Muhidin berharap nama besar ulama tersebut dapat menjadi semangat bagi masyarakat untuk terus menghidupkan masjid dengan kegiatan yang memberikan manfaat.

“Ke depannya, di masjid ini insya Allah akan ada Islamic Center. Maka dari itu, mudah-mudahan semangat beliau dalam ilmu dan dakwah juga bisa kita teruskan melalui masjid ini, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Dengan dibukanya Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk umum, Kalimantan Selatan kini memiliki satu lagi ruang yang diharapkan dapat memperkuat identitas Banua sebagai daerah yang religius, sekaligus menjadi tempat masyarakat beribadah, belajar, dan menebarkan manfaat bagi sesama. (wartabanjar.com/adpim/*).