Kepala BPBPK Kalteng Ahmad Toyib menjelaskan, kualitas udara di Kalteng bervariasi, dengan kategori Tidak Sehat di Katingan dan Barito Selatan, serta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif di enam wilayah lainnya.

“Kotawaringin Barat berada pada kategori Baik dengan ISPU 21, sementara pemantauan di Sukamara belum tersedia, AQMS Pulang Pisau rusak, dan AQMS Kapuas masih dalam persiapan operasional,” beber Toyib di Palangka Raya, Rabu (12/8/2026).

Menyikapi kualitas udara yang memburuk imbas karhutla, BPBPK Kalteng menyebut akan memperkuat operasi pemadaman di lapangan. 

Toyib menyatakan, penanganan karhutla diperkuat melalui operasi udara dengan pemantauan 514 hotspot dan patroli terhadap 125 titik. “Satgas juga melakukan water bombing di Sebangau Kuala dan Petuk Katimpun serta OMC di Kotawaringin Timur dengan penyemaian 1.000 kilogram garam untuk mendukung pemadaman,” jelasnya. 

BPBD Provinsi Kalimantan Tengah melalui Pusdalops-PB juga terus melakukan konsolidasi dan verifikasi data kejadian dari seluruh kabupaten/kota. 

Dalam rekapitulasi periode 10–11 Agustus 2026 tercatat 55 kejadian karhutla dengan luas mencapai 99,481 hektare, sementara pembaruan data pada 11 Agustus mencatat 43 kejadian di tujuh wilayah dan masih terus diperbarui berdasarkan laporan serta verifikasi lapangan. (wartabanjar.com)