WARTABANJAR.COM, KARANG INTAN - Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meninjau langsung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (16/7/2026).

Observasi dilakukan di Posyandu Desa Mali-Mali dan Kampung KB Kelurahan Keraton, Kecamatan Karang Intan, yang menjadi lokasi pelaksanaan berbagai intervensi penanganan stunting.

Kunjungan tersebut dilakukan karena Kabupaten Banjar masih menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi di Kalimantan Selatan, dengan prevalensi sekitar 32 persen.

Koordinator Direktorat Pengendalian Evaluasi Kebijakan Strategis 4 Bappenas, Meita, mengatakan pihaknya ingin melihat langsung perkembangan balita setelah mendapat intervensi.

"Kami ingin melihat bagaimana kasus stunting di Desa Mali-Mali ini, termasuk kunjungan ke Posyandu untuk mengetahui apakah balita yang terindikasi stunting membaik perkembangannya setelah diberikan intervensi, misalnya dari status sangat pendek menjadi pendek," ujarnya.

Meita menilai koordinasi antara pemerintah kecamatan, aparatur desa, puskesmas hingga kader Posyandu di Kabupaten Banjar sudah berjalan cukup baik.

Baca Juga: Tolak Mafia Solar dan Pengelola SPBUN, Ratusan Nelayan Kuala Tambangan Pasang Spanduk Perlawanan di Tanah Laut

Baca Juga: Antisipasi Hama dan Kendala Cuaca Jelang Panen, Polsek Jaro Tabalong Awasi Tanaman Jagung Pakan Warga Desa Muang

"Hubungan kerja sama yang solid antara camat, jajaran aparatur desa, puskesmas, hingga tingkat kader Posyandu menjadi modal kuat yang dapat direplikasi oleh daerah lain," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan penyelarasan program masih perlu diperkuat agar target penurunan stunting dapat tercapai.

"Angka stunting di Kabupaten Banjar ini memang masih sangat tinggi dan menjadi nomor satu di Provinsi Kalsel. Targetnya, pada penghujung tahun 2029 nanti bisa ditekan hingga ke angka 17 persen," ucap Meita.

Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi berharap kunjungan Bappenas memberikan masukan untuk menyempurnakan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar.

"Melalui kunjungan ini, kami berharap mendapatkan masukan dan rekomendasi dari Bappenas untuk semakin menyempurnakan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai," tuturnya.