Pertumbuhan seperti ini, lanjut IDC, dikhawatirkan dapat memperlambat siklus pembaruan (upgrade) PC di kalangan konsumen maupun perusahaan.

IDC juga melihat krisis memori mendorong konsolidasi industri. Vendor besar dinilai lebih mudah mengamankan pasokan memori, karena memiliki daya beli tinggi dan hubungan jangka panjang dengan pemasok.

"Seiring memburuknya kondisi pasar, kemampuan mengelola rantai pasok menjadi semakin penting," ujar Vice President Consumer Devices IDC, Jean Philippe Bouchard, di keterangan yang sama.

"Vendor terbesar berada dalam posisi terbaik untuk merebut pangsa pasar dari pesaing yang lebih kecil," tambah Jean.

Lebih lanjut mengenai pasar PC global kuartal II-2026, meski secara keseluruhan turun, ada satu vendor PC yang mencatatkan kenaikan cukup signifikan, yaitu Apple.

IDC mencatat pengiriman Mac meningkat 10,1 persen menjadi 6,7 juta unit, sehingga pangsa pasarnya naik dari 8,5 persen menjadi 9,9 persen.

Kenaikan Apple ini, kata IDC, didorong oleh peluncuran laptop terbaru mereka yang menjadi termurah di seri Mac, yaitu MacBook Neo. Kendati tumbuh, Apple berada di posisi keempat sebagai merek PC terlaris di dunia untuk kuartal II-2026 versi IDC.

Di posisi pertama masih ada Lenovo yang mencatatkan pengiriman hingga 16,6 juta unit di kuartal II-2026 dengan pangsa pasar 24,4 persen.

Diurutan kedua ada Hewlett-Packard, yang mencatatkan pengiriman sebanyak 13 juta unit, disusul Dell sebanyak 9,3 juta unit. Di bawah Apple ada Asus yang mencatatkan 5 juta unit. (Wartabanjar.com)