WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - PT PLN (Persero) Unit Induk Layanan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Unit Pelaksanan Pelanggan Banjarmasin akan melakukan pemadaman listrik hari ini, Senin (22/6/2026).

Pemadaman dilakukan untuk pemeliharaan jaringan di beberapa lokasi di Kota Banjarmasin mulai pukul 11:00 -14:00 WITA.

Adapun wilayah terdampak, yakni
Jalan Barito Hulu, Gg.Nurudin, Dermaga Banjar Raya ujung, pasar Banjar Raya, PT. Wilson (hoktong), Dinas dan Pelabuhan Perikanan, Komatsu, dan sekitarnya.

"Demi keamanan dan keselamatan bersama, listrik di sekitar lokasi pemeliharaan untuk sementara tidak dapat digunakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan," tulis dalam pengumuman PT PLN.

Apabila terjadi listrik padam namun di luar dari jadwal tertera, maka dapat
dipastikan hal tersebut terjadi karena adanya gangguan.

Baca Juga Tersesat di Gunung Birah Tanah Laut, Nasib 4 Perempuan Akhirnya Terungkap

Baca Juga Wajah Baby Soso Anak Al Ghazali dan Alyssa Diperlihatkan Maia, Mata Hijau

"Jika mengalami hal tersebut, pelanggan dapat langsung menghubungi Contact Center 123 agar
gangguan dapat ditangani dengan segera dan pasokan listrik dapat kembali normal."

Sebelumnya PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, gangguan pasokan batu bara berkalori menengah medium range coal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan listrik.

Selain itu, PLN juga menghadapi kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar milik perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP) yang menjadi mitra Perseroan.

"Pertama-tama kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini," kata Darmawan dalam unggahan video di Instagram @pln_id, Sabtu (20/6/2026).

Darmawan PLN mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), untuk mengatasi persoalan pasokan batu bara.