WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Aksi pencurian biasanya identik dengan barang mewah atau uang jutaan rupiah, tetapi di Kabupaten Tabalong, yang bikin heboh justru satu tandan pisang.

Lebih lucunya lagi, pelaku malah meninggalkan sepeda motornya di lokasi kejadian saat kabur terbirit-birit.

Peristiwa unik itu terjadi di Jalan Kenari RT 001 Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Kasus “maling pisang” ini bahkan sempat jadi bahan obrolan warga beberapa hari terakhir ini.

Namun alih-alih berakhir panas di meja hijau, kisah ini justru selesai dengan suasana adem lewat jalur kekeluargaan di Polsek Murung Pudak, Sabtu (23/5/2026).

Kapolsek Murung Pudak, AKP Sunaryo memimpin langsung proses mediasi antara korban dan pelaku.

Kedua pihak dipertemukan untuk menyelesaikan persoalan secara damai.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J. melalui Kasi Humas, IPTU Heri Siswoyo menjelaskan, kejadian bermula Kamis (21/5/2026) malam.

Saat itu AS, anak pemilik kebun pisang bernama SN, melihat tiga orang mencurigakan di sekitar kebun milik orang tuanya.

Karena curiga, AS kembali mengecek lokasi, namun saat datang lagi hanya tersisa satu orang di kebun.

Ketika didekati, pria tersebut langsung kabur masuk ke area kebun sambil meninggalkan sebuah skuter matik warna putih.

Setelah dicek, dua tandan pisang diketahui hilang dari pohon, sementara satu tandan lainnya ditemukan tergeletak di semak-semak, diduga jatuh saat pelaku panik melarikan diri.

Tak butuh waktu lama, identitas pelaku berhasil diketahui, yaitu merupakan seorang pelajar berusia 19 tahun asal Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong.

Dalam mediasi yang berlangsung santai namun serius itu, pelaku datang didampingi orang tuanya.

Ia mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada korban karena telah mengambil satu tandan pisang tersebut.

BACA JUGA: Aksi Maling Pisang Dadakan Gagal Total, Pelaku Kabur Tinggalkan Skuternya di Kebun Warga Mabuun Tabalong

BACA JUGA: Curi Satu Tandan Pisang, Dua Pemuda di Tabalong Diselesaikan Lewat Problem Solving