Di Giannantonio Raih Podium Pertama MotoGP Catalunya
Pada lap ke-12, kecelakaan hebat melanda Alex Marquez. Berawal dari Pedro Acosta yang mengalami kendala pada motornya di trek lurus menjelang tikungan 10, Alex yang tepat berada di belakangnya berupaya menghindar ke sisi kanan.
Akibatnya, Alex Marquez yang melaju kencang sulit mengendalikan motornya dan melebar ke luar lintasan.
Motor pembalap asal Spanyol itu pun hancur dan beberapa bagian di antaranya masuk ke lintasan.
Ban motor milik Alex Marquez mengenai Fabio Di Giannantonio dan akhirnya terjatuh. Insiden tersebut membuat balapan red flag, dan harus diulang.
Sementara itu, Alex tak dapat melanjutkan balapan akibat mendapat perawatan medis.
Setelah sempat tertunda selama sekitar 30 menit, balapan kembali dilanjutkan dan hanya menjalani 13 lap. Saat balapan tersisa dimulai, Pedro Acosta melesat untuk memimpin balapan.
Namun baru memasuki tikungan pertama, insiden kembali terjadi. Kali ini melibatkan Johann Zarco, Luca Marini, dan Francesco Bagnaia.
Zarco memulai balapan dengan buruk dan akhirnya bertabrakan dengan Marini dan Bagnaia di tikungan pertama. Pembalap asal Prancis itu pun tersangkut di motor Bagnaia, dan akhirnya harus mendapatkan perawatan medis.
Alhasil, red flag kembali berkibar dan balapan lagi-lagi harus diulang. Sempat terhenti selama kurang dari 20 menit, balapan dilanjutkan dengan 12 lap tersisa.
Pedro Acosta langsung melesat untuk berada di depan, diikuti Jorge Martin dan Raul Fernandez. Masih di lap pertama dari 12 lap, Martin terlempar ke gravel akibat ditabrak Fernandez di tikungan 5.
Beruntung, kedua pembalap masih bisa melanjutkan balapan dan kini berada di urutan paling buncit. Masuk lap keenam, Pedro Acosta masih memimpin tetapi hanya unggul tipis atas Joan Mir yang berada di belakangnya, sedangkan Fabio Di Giannantonio perlahan naik ke urutan tiga.
Pada lap ke-8, Di Giannantonio naik ke peringkat kedua setelah melewati Mir di tikungan 10. Berada di urutan kedua, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team tersebut langsung tancap gas untuk mengejar Acosta.