Di bawah arahan pelatih Simone Inzaghi, mantan pemain AC Milan tersebut berhasil mencatatkan sembilan gol dan lima assist, dalam total 42 pertandingan yang telah ia jalani.
Kontribusi paling menentukan adalah saat ia berhasil mencetak gol penentu kemenangan tim dalam laga final King’s Cup.
Catatan statistik impresif ini membuktikan bahwa kemampuan teknis Theo Hernandez masih berada di level tertinggi, terlepas dari kepindahannya dari atmosfer kompetitif Eropa.
Kualitas inilah yang membuat klub-klub elite Liga Italia tetap menempatkannya dalam daftar belanja pemain incaran mereka.
Kembalinya Theo ke Eropa kini hanya tinggal menunggu pemenuhan syarat administratif tertentu, khususnya terkait regulasi pajak.
Pemain tersebut harus menyelesaikan masa residensi selama 183 hari di Arab Saudi, sebelum dapat memulai negosiasi kontrak baru dengan klub peminat.
Setelah hal tersebut terlewati, proses pembicaraan kontrak dengan skema gaji bruto dapat segera dilakukan oleh klub yang tertarik.
Namun, kendala finansial diperkirakan akan menjadi tantangan utama dalam upaya membawanya kembali ke Italia.
Saat ini, Theo Hernandez menerima gaji fantastis sebesar 20 juta euro per musim dari Al Hilal, menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi.
“Jika benar-benar ingin berseragam klub Liga Italia kembali, Theo Hernandez dipastikan harus menerima pemotongan gaji yang nilainya cukup signifikan, agar sesuai dengan struktur finansial klub Italia,” demikian disampaikan oleh sumber terkait kepindahan tersebut. (Wartabanjar.com)







