Lalu, untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan, dilanjutkan pada tahun 2026.
“Pada tahap kedua tahun 2026 pekerjaannya lebih banyak, mulai dari penyelesaian atap, rehabilitasi Gedung Astakona, pembaruan jaringan perpipaan, penambahan dan perbaikan pendingin ruangan, hingga rehabilitasi ruang tambahan di belakang untuk ART,” jelasnya.
Karena itu, pembenahan dilakukan mulai dari interior, dinding, plafon, instalasi Mechanical Electrical Plumbing (MEP), jaringan listrik, hingga sistem perpipaan.
Selain memperbaiki fisik bangunan, beberapa fungsi ruang juga diubah agar lebih menunjang kebutuhan kegiatan pemerintahan dan penerimaan tamu resmi.
“Nantinya akan ada aula yang lebih luas untuk menerima tamu. Penggunaan anggaran terbesar memang ada pada penataan interior dan perubahan fungsi ruang,” katanya.
Sementara itu, untuk Mahligai Pancasila sendiri, perbaikan yang dilakukan bersifat ringan pada beberapa bagian seperti toilet dan fasilitas penunjang lainnya.
“Melalui rehabilitasi ini, Pemprov Kalsel menegaskan bahwa pembenahan dilakukan sebagai upaya menjaga aset daerah agar tetap layak, representatif, dan mampu menunjang aktivitas pemerintahan maupun pelayanan tamu daerah secara optimal,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)
Editor Restu







