“Petugas kami terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap ternak-ternak yang akan digunakan atau disediakan sebagai hewan kurban oleh para penjual,” tambahnya.
Meski demikian, Suparmi mengakui keterbatasan jumlah tenaga petugas di lapangan. Karena itu, pihaknya juga meminta para peternak untuk aktif memantau kondisi kesehatan ternak mereka dan segera melapor apabila ditemukan gejala mencurigakan.
“Karena keterbatasan tenaga, kami juga mengingatkan kepada para peternak agar terus memonitor kesehatan ternaknya. Apabila ada hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Suparmi pun memastikan masyarakat tidak perlu khawatir dalam melaksanakan ibadah kurban di Kalimantan Selatan, karena tim pengawasan dari provinsi maupun kabupaten/kota siap membantu dan melakukan pengawasan secara menyeluruh.
“Kami mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk tidak khawatir berkurban. Insya Allah tim kami, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, siap membantu dan mengawasi mulai sebelum pemotongan, saat pemotongan, hingga setelah pemotongan,” ungkapnya.
Selain itu, Disbunnak Kalsel juga menyiapkan fasilitas rumah potong hewan (RPH) yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila tidak memiliki tempat atau petugas pemotongan hewan kurban.
“Di Kalimantan Selatan saat ini sudah ada 12 rumah potong hewan yang dapat digunakan masyarakat. Jika masyarakat tidak memiliki tempat atau petugas untuk memotong hewan kurban, pemotongan dapat dilakukan di rumah potong hewan yang tersedia di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)
Editor Restu







