Menurut Erwandi, pemilihan bibit dilakukan dengan konsep ekologis dan ekonomis agar selain memperkuat kawasan hijau juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Desa Kindingan dipilih sebagai lokasi penanaman karena berada di kawasan strategis Pegunungan Meratus yang rawan mengalami degradasi lahan, erosi, hingga ancaman longsor apabila tidak dijaga secara berkelanjutan.
“Penanaman ini diharapkan mampu meningkatkan serapan karbon, memperkuat daerah resapan air, sekaligus mencegah banjir dan longsor di wilayah hulu,” katanya.
Kegiatan penghijauan tersebut turut melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam proses penanaman hingga perawatan pohon pasca-tanam agar program berjalan berkelanjutan.
Sementara itu, mahasiswa KKN UIN Antasari Banjarmasin tidak hanya menjadi relawan penanaman, tetapi juga ikut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat itu diharapkan menjadi langkah nyata menjaga Pegunungan Meratus sebagai paru-paru hijau Kalimantan Selatan sekaligus warisan lingkungan bagi generasi mendatang. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







