Di stan tadi ada lomba Badaku, permainan rakyat yang mungkin anak-anak sekarang sudah tidak lagi melakukannya.
“Kita berusaha memperkenalkan kembali bahwa Badaku adalah permainan tradisional kita,” jelasnya.
Terkait kritikan mengenai fasilitas sekolah, Myrza menyatakan pihaknya sangat terbuka. Ia menegaskan bahwa perbaikan sarana prasarana telah menjadi fokus utama dinas sejak beberapa tahun terakhir.
“Ada yang menyampaikan jangan hanya omong-omong, tapi cek lapangan. Sebenarnya dari 2025 kami sudah intens melakukan perbaikan sarana sekolah. Kami sangat menerima kritik untuk perbaikan mutu,” tegas Myrza.
Antusiasme warga terbukti sangat tinggi dengan ribuan orang memadati lokasi. Tak hanya soal pendidikan, acara ini juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang lokal di sekitar area.
”Hasil survei kami, terdapat 3.500 yang tercatat menghadiri expo ini, bahkan bisa lebih. UMKM sangat berterima kasih dan ingin event seperti ini rutin diadakan untuk meningkatkan ekonomi,” pungkasnya.
Penutupan berlangsung meriah dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Momentum ini diharapkan menjadi pemacu semangat sekolah di Tanah Laut untuk terus melahirkan terobosan baru setiap tahunnya.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







