Ia juga memaparkan, pada 2026 ini pemerintah pusat menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 50 sekolah bangunan baru dan 50 sekolah hasil peningkatan (upgrading) dari sekolah eksisting.
Di sisi lain, jumlah usulan dari pemerintah daerah mencapai 125 lokasi. Dengan kuota yang terbatas tersebut, setiap daerah harus memenuhi sejumlah kriteria teknis dan administratif agar dapat lolos dalam penetapan akhir.
“Target penetapan sekitar akhir Juli 2026. Setelah itu akan dilanjutkan dengan tahap perencanaan dan pembangunan pada tahun yang sama,” jelasnya.
Untuk wilayah Kalimantan Selatan, hanya dua kabupaten yang masuk dalam tahap verifikasi awal, yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Barito Kuala, sehingga peluang HST dinilai cukup besar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi persyaratan yang diminta, termasuk penambahan luasan lahan.
“Tentu kami berkomitmen mempersiapkan lahannya. Kami juga berterima kasih kepada Kemdikdasmen yang telah melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten HST,” ujarnya.
Dengan capaian verifikasi yang sudah mencapai skor 70 serta dukungan kesiapan lahan, HST kini tinggal menuntaskan sejumlah catatan untuk memastikan dapat masuk dalam daftar pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi tahap pertama tahun 2026. (wartabanjar.com/Adew)







